Kamis, 24 September 2009

Sejarah Hallowen

Halloween ([hælə'win], [hælo'win]) adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober di negara-negara berpenutur bahasa Inggris, dilakukan anak-anak berpakaian aneh yang berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau coklat dengan berkata "Trick or treat!" Ucapan "Trick or treat!" merupakan semacam "ancaman" yang berarti "Beri kami (permen) atau kami jahili." Anak zaman sekarang biasanya tidak lagi menjahili rumah orang yang tidak memberi apa-apa. Sebagian anak-anak masih menjahili rumah orang yang dianggap pelit dengan cara "menghiasi" pohon yang ada di depan rumah dengan kertas toilet atau menulisi jendela dengan sabun.

Halloween biasanya identik dengan setan, tukang sihir, hantu Goblin dan makhluk-makhluk menyeramkan lain dari kebudayaan Barat. Halloween disambut dengan menghias rumah dan pusat perbelanjaan dengan simbol-simbol Halloween.

Halloween berasal dari kata Hallowe'en yang merupakan kependekan dari All Hallow's Eve (malam sebelum hari raya All Hallow) . Hari raya agama Katolik bernama Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Holy Day) yang dirayakan 1 November pernah dikenal sebagai All Hallows' Day yang merupakan penyingkatan dari All Hallowed Souls. Dalam bahasa Inggris, kata Hallowed (holy) berarti Orang Kudus.

Hari Raya Semua Orang Kudus ditentukan misionaris Kristen bertepatan dengan hari raya pagan dengan alasan ingin orang pagan mempercayai agama Kristen. Hari Para Arwah (Day of the Dead) yang merayakan kedatangan arwah sanak keluarga dan kerabat kembali ke bumi sampai sekarang masih diperingati di beberapa negara seperti di Brazil, Meksiko, dan Filipina.

Halloween berasal dari orang Celt di Irlandia, Britania dan Perancis sebagai tradisi paganisme perayaan musim panen. Di abad ke-19, orang Irlandia dan Skotlandia membawanya ke Amerika Utara.

Simbol Halloween

Simbol Halloween lekat dengan keadaan musim gugur dan karakter-karakter komersial dan menyeramkan hasil rekaan pembuat film Amerika dan ahli desain grafis. Simbol Halloween biasanya dekat dengan kematian, keajaiban, dan monster-monster dari dunia mitos. Karakter yang sering dikaitkan dengan Halloween misalnya karakter setan dan iblis dalam kebudayaan Barat, manusia labu, makhluk angkasa luar, tukang sihir, kelelawar, burung hantu, burung gagak, burung bangkai, rumah hantu, kucing hitam, laba-laba, goblin, zombie, mumi, tengkorak, dan manusia serigala. Di Amerika Serikat, simbol Halloween biasanya dekat dengan tokoh dalam film klasik mulai dari Drakula dan monster Frankenstein.

Hitam dan oranye dianggap sebagai warna tradisional Halloween, walaupun sekarang banyak juga barang-barang Halloween yang berwarna ungu, hijau dan merah.

Labu yang merupakan hasil panen musim gugur di belahan bumi beriklim sejuk sering dijadikan simbol Halloween, begitu pula orang-orangan sawah sebagai penjaga hasil panen.

Simbol Halloween yang dimengerti secara universal adalah labu yang diukir membentuk wajah "menyeramkan" yang diberi nama Jack-o'-lantern. Agar kelihatan lebih seram, lentera Jack-o'-lantern biasanya diletakkan di tempat gelap, karena di dalam labu diletakkan lilin menyala atau lampu.

Di Amerika Serikat, lentera Jack-o'-lantern sering diletakkan di depan pintu masuk rumah sesudah hari mulai gelap. Tradisi membuat lentera Jack-o'-lantern berasal dari Amerika Utara yang banyak menghasilkan labu berukuran besar yang mudah diukir.

Makanan Halloween

Di belahan bumi beriklim sejuk, perayaan Halloween berlangsung di musim apel sehingga Candy Apple atau caramel apple (apel yang dicelup ke dalam cairan gula) terkenal sebagai makanan Halloween.

Selain itu, hidangan lain yang lekat dengan tradisi Halloween: pai labu, sari buah apel (minuman cider), candy corn, bonfire toffee, Toffee Apple, dan permen yang dibungkus dengan warna-warni Halloween (oranye, coklat, atau hitam).

Perayaan di Amerika Serikat

Bagi anak-anak di Amerika, Halloween berarti kesempatan memakai kostum Halloween dan mendapatkan permen, sedangkan bagi orang dewasa adalah kesempatan berpesta kostum. Bagi pedagang eceran di Amerika, Halloween berada di urutan kedua di bawah hari Natal sebagai perayaan yang paling yang menguntungkan.

Sejarah topeng dan kostum Halloween sebelum tahun 1900 di Amerika atau di tempat lain masih sedikit yang diketahui karena keterbatasan sumber primer. Kostum Halloween yang diproduksi massal belum terlihat di toko-toko hingga tahun 1950-an, walaupun topeng Halloween sudah ada lebih dulu.

Di tahun 2005, asosiasi produsen permen Amerika melaporkan 80% orang dewasa berencana membagi-bagikan permen kepada anak-anak yang datang, sedangkan 93% anak-anak ingin berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga di malam Halloween.

Kota Anoka di negara bagian Minnesota mengklaim diri sebagai "ibu kota Halloween" dan merayakannya dengan pawai besar-besaran. Kota Salem di Massachusetts yang terkenal dengan legenda tukang sihir dari Salem biasanya didatangi lebih banyak wisatawan menjelang perayaan Halloween.

Kota New York mengadakan pawai perayaan Halloween terbesar di Amerika Serikat yang disebut The Village Halloween Parade. Pawai yang dirintis pembuat topeng di Greenwich Village New York sekarang menarik perhatian 2 juta peserta dan pengunjung, sekaligus ditonton 4 juta pemirsa televisi.


sumber: http://blackjademagic.blogspot.com/2007/10/sejarah-halloween.html

Sejarah Sulap Dunia

Pesulap masih termasuk dalam “habitat” seniman. Mengimplementasikan unsur seni dalam setiap aksinya. Seni berbicara, panggung, gerak, mimik, serta seni mempengaruhi orang lain.



720px-Hieronymus_Bosch_051

Memang sulit untuk mengetahui kapan sulap pertama kali ada. Tetapi, ada benda peninggalan sejarah yang berasal dari zaman mesir kuno, yaitu lembaran papyrus yang berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan sulap. Di lembaran tersebut tertulis pada sekitar 2700 tahun SM, yang menceritakan suatu kisah yang terjadi pada sekitar 2600 tahun SM. Seseorang bernama Dedy, seorang pesulap Mesir di panggil untuk menghibur Raja Cheops. Disitu dia menunjukkan sebuah trick yang sangat mengagumkan, yaitu dengan memotong kepala seekor hewan dan mengembalikannya dalam keadaan hidup.

Di abad ke 18 sulap menjadi suatu pertunjukan yang sangat popular. Isaac Fawkes merupakan seorang yang berjasa dalam membangkitkan minat dan mempopulerkan sulap di Inggris. Dia bermain pada suatu Pekan raya yang besar dan menarik kumpulan banyak orang untuk melihat trick -tricknya yang menakjubkan, banyak yang percaya bahwa prinsip dari alat-alatnya yang spektakuler tersebut telah melampaui jamannya pada saat itu. Salah satu dari sulapnya yang ajaib adalah sebuah pohon apel yang tumbuh dan mekar bahkan menghasilkan buah dalam waktu hanya kurang dari satu menit. Dia menjadi sangat terkenal dan menjadi kaya raya hingga kematiannya.

Giuseppe Pinetti (1750 -1800), lahir di Italy, merupakan seseorang yang berpengaruh dalam sejarah sulap. Diinspirasikan oleh kesuksesan Isaac Fawkes, dia juga mempertunjukan sulap yang ajaib dan menakjubkan. Dimanapun ia tampil selalu memperoleh kesuksesan yang luar biasa. Bahkan karena ketenarannya ia sering diminta tampil untuk keluarga kerajaan.

John Henry Anderson (1814 -1874) adalah pesulap dari Skotlandia, sering disebut sebagai ?The Wizard of the North? Dia sangat sukses menembus seluruh Eropa, Amerika dan Australia. Bahkan lebih dahulu dari Harry Houdini, pesulap yang paling terkenal dalam publikasi. Anderson dikenal dengan alat-alatnya yang sangat besar, yang banyak terbuat dari perak solid. Dia sempat menjadi kaya yang pada akhirnya kehilangan kekayaannya setelah beberapa theatre tempat ia melakukan pertunjukan habis terbakar dan menjadikan dia bangkrut.

Sejak saat itu masyarakat telah mengenal sulap sebagai suatu bentuk seni pertunjukan. Kepopuleran dunia sulap berlanjut hingga keabad berikutnya bahkan banyak bermunculan pesulap - pesulap hebat yang mempertunjukan keahliannya di hadapan penonton yang yang lebih banyak jumlahnya. Pada masa tersebut sebelum adanya pertunjukan film dan televisi, sulap merupakan salah satu bentuk pertunjukan hidup yang sangat populer dan membangkitkan antusias masyarakat dimanapun mereka mengadakan pertunjukan.


sumber: http://embriomagicians.blogspot.com/

Awal Mula Sulap

Pertengahan Oktober 2007 lalu, pengunjung kolam renang Waterboom Karawaci Tangerang mendadak riuh. Pasalnya, seorang lelaki berjas hitam panjang, dengan potongan rambut ala kaisar Cina melakukan atraksi yang selama ini cuma ada di cerita-cerita silat. Berjalan di atas air. Lelaki itu kolam setapak demi setapak.

Di bawah kakinya, beberapa orang berenang. Beberapa orang memastikan aksi itu bukan tipuan semata. Para pengunjung kolam tegang. Sanggupkah lelaki berjas hitam, itu sampai ke seberang kolam? Kenyataannya, ia berhasil melakukannya. Tepuk tangan pun menggema. Banyak yang kagum sekaligus penasaran dengan kemampuan lelaki itu. Kok bisa ya, manusia berjalan di kolam? Lelaki yang ternyata pesulap kesohor Indonesia, Deddy Corbuzier itu menjawab sambil tersenyum.”Ini bukan hal aneh, karena bisa dipelajari. Ini ilmu kundalini asal India untuk mengontrol daya gravitasi.”
Bisa mengontrol daya gravitasi? hmm, tambah bikin penasaran ya.
--***--

Sebenarnya apa yang dilakukan Deddy adalah bagian dari pertunjukan sulap. Jangan salah, sulap masa kini nggak terbatas pada permainan kartu, atau menghilangkan dan menemukan barang-barang saja. Sulap masa kini udah berkembang sangat pesat. Jenisnya pun udah macam-macam. Yakni permainan sulap kartu (card magic), ilusi visual (illusionist), trik membaca pikiran (mentalist), meloloskan diri dari berbagai alat pembelenggu (escapologist), dan sulap yang menggunakan teknologi dalam setiap triknya (techno magic). Biasanya setiap pesulap menguasai setiap jenis sulap ini, tetapi mereka mengambil spesialisasi sendiri.Jadi, belajar sulap itu kayak belajar di fakultas kedokteran. Bila udah tahu dasar-dasar sulap secara umum, selanjutnya kita bisa ambil spesialisasinya.

Sulap sebenarnya sebuah seni pertunjukan yang bertujuan bikin orang penasaran, takjub dan terhibur. Untuk mendukung sebuah pertunjukan sulap, biasanya pertunjukan ini digabungkan dengan seni musik, seni tari maupun lukis. Ada juga yang menggabungkan keterampilan sulap dengan ilmu fisika, biologi, kimia, psikologi, dan lain-lain. Jadi, meskipun aneh en gak masuk akal, kebanyakan trik sulap bisa dijelaskan secara ilmiah.
Seni sulap udah dikenal lama banget. Sebuah dokumen tua berusia 1700 SM, menceritakan sebuah kisah sulap menarik. Seorang pesulap Mesir dipanggil untuk menghibur Raja Cheops. Ia melakukan trik memotong kepala seekor hewan, dan mengembalikannya dalam keadaan hidup tanpa terluka sama sekali. Oleh sang Raja, pesulap tersebut diminta untuk mengulang triknya dengan menggunakan narapidana. Pesulap itu menolaknya.
Ada juga dokumen lukisan yang terdapat di dinding sebuah kuburan tua di Mesir, bernama Beni Hasan. Situs ini diperkirakan telah berusia antara 2.500-2.200 tahun SM. Lukisan itu menggambarkan dua orang yang sedang bermain dengan empat buah cangkir. Permainan tersebut dikenal sebagai Cups and balls. Merupakan trik sulap yang sangat tua dan masih populer hingga saat ini.

Sulap mulai menjadi seni pertunjukan yang dikemas profesional sejak abad 18. Isaac Fawkes salah seorang pelopornya. Ia dikenal karena kehebatannya menumbuhkan pohon apel hanya dalam waktu kurang satu menit. Bahkan bukan hanya menumbuhkannya, Fawkes juga mampu membuat pohon itu mekar dan menghasilkan buah. Berkat kelihaiannya ini, ia mendapat banyak uang dan menjadi kaya raya.

Sosok penting lainnya dalam dunia sulap adalah Giuseppe Pinetti (1750 -1800) seorang Itali. Ia tampil di berbagai tempat, termasuk istana untuk mempertunjukkan kemahirannya bermain sulap. Pada tahun 1784, ia bahkan mengadakan pertunjukan di Haymarket Theatre, London. Pertunjukannya ini menandai dimulainya sejarah baru dunia sulap. Citra sulap pun berubah. Dari sekadar seni sulap jalanan dan pengisi festival pekan raya, menjadi sebuah pertunjukan teater yang megah dan besar.

Sekarang seni sulap berkembang sangat pesat dan sudah merambah ke seluruh dunia. Para pesulap tak lagi dipandang sebagai penghibur kelas dua. Mereka sangat ngetop, menyamai kepopuleran aktor dan aktris film. Tak hanya itu, para pesulap ini juga punya cita-cita untuk lebih memasyarakatkan sulap. Mereka mendirikan sekolah-sekolah dan situs-situs sulap. Kalau kamu berminat atau cuma penasaran dengan sekolah sulap ini, boleh intip situs-situs mereka. Salah satunya magicstation-indo.com.

sumber: http://diamondmagics.blogspot.com/2008/05/awal-mula-sulap.html

Magician Atitude ( kode Etik sulap )


Kode etik sulap berguna untuk menjaga kerahasiaan pesulap demi terjadinya pertunjukan yang terus menarik bagi penonton, serta menjaga reputasi dari pesulap sendiri.

beberapa kode etik seperti:
-Menjaga kerahasiaan sulap
-Jangan mengulangi trik yang sama ke orang yang sama

Janji Pesulap (Magician's Oath) kurang lebih berbunyi seperti:

"As a magician I promise never to reveal the secret of any illusion to a non-magician, unless that one swears to uphold the Magician's Oath in turn. I promise never to perform any illusion for any non-magician without first practicing the effect until I can perform it well enough to maintain the illusion of magic."

"Sebagai pesulap aku berjanji untuk tidak membuka rahasia dari trik/ilusi apapun kepada bukan pesulap, kecuali orang itu berjanji untuk mengucapkan Janji Pesulap sebagai gantinya. Aku berjanji untuk tidak melakukan trik/ilusi apapun kepada bukan pesulap, tanpa terlebih dahulu berlatih sampai aku bisa melakukannya cukup baik untuk menjaga kerahasiaan sulap"

Poin yang muncul yaitu:
- Menjaga kerahasiaan
- Tidak melakukan trik sebelum menguasai trik tersebut, agar mengurangi terbongkarnya rahasianya..

Semoga bermanfaat..

Kode Etik Pesulap

Sulap sekarang sedang Trend dimana2 sekarang ada pesulap baik yang amatir baik yg hobby ataupun yg Pro.Ada beberapa informasi untuk yg mau menjadi pesulap, ini adalah informasinya.

>>Ciri-ciri pesulap sejati adalah :

1. Mau terus berlatih

2. Tidak mudah putus asa

3. Tidak cepat berbangga diri

4. Tidak sombong dan tidak suka pamer

5. Percaya diri

6. Bertanggung jawab


>>Kode etik bagi semua pesulap :

1. Jagalah Rahasia!! Seorang pesulap yang benar-benar menghargai trik sulap , akan mampu melestarikan rahasia trik tersebut ! Jika suatu trik sulap terbongkar, maka misteri di balik trik sulap tersebut akan hilang !

2. Jangan mengulang trik yang sama kepada orang yang sama. Jika ada penonton atau rekan anda yang menginginkan anda untuk mengulang trik yang baru saja anda mainkan, jangan lakukan ! Sebab sesungguhnya, mereka bukan ingin melihat kepiawaian anda dalam bermain sulap, melainkan mereka hanya ingin mengetahui triknya saja !

3. Berlatihlah terlebih dahulu sebelum bermain Jika anda ingin menunjukkan suatu permainan sulap kepada penonton , anda harus banyak-banyak berlatih terlebih dahulu ! Sebab, jika anda tidak berlatih terlebih dahulu, maka, sama saja anda membuka rahasia trik sulap tersebut! Dan jika rahasia trik sulap sudah terbongkar, maka resikonya adalah , misteri di balik trik sulap tersebut akan lenyap dan penonton tidak akan merasa terkejut dan terhibur !

4. Jangan tampil sebelum anda menguasai sulap itu dengan baik. Semua sulap yang baik akan terlihat casual dan biasa saja.

5. Jangan pernah memberitahu seseorang apa, dimana, atau oleh siapa andah mendapatkan rahasia ilmu tersebut kecuali kepada para magician itu sendiri.

6. Jangan pernah membongkar sulap – sulap yang anda ketahui.

7. Jangan pernah menjadi hackler kepada pesulap lain yang sedang tampil!.

*Hackler = yaitu orang yang mengacaukan penampilan sulap dengan mencoba menebak atau membongkar rahasianya.*

8. Jangan pernah menampilkan sulap lebih dari satu kali kepada satu orang.


sumber: http://itlust.wordpress.com/2008/04/18/kode-etik-pesulap/

Kartu Remi

Kartu permainan (bahasa Inggris: playing cards), atau lebih dikenal dengan kartu remi, adalah sekumpulan kartu seukuran tangan yang digunakan untuk permainan kartu. Kartu ini sering juga digunakan untuk hal-hal lain, seperti sulap, enkripsi, permainan papan, dan pembuatan rumah kartu. Kata “remi” itu sendiri sebenarnya adalah nama salah satu permainan kartu.

Ada 1001 macam permainan kartu. Setiap negara bahkan wilayah suatu negara memiliki jenis permainannya sendiri. Di Tanah Air kita akrab dengan istilah permainan “empat-satu”, “remi”, “cangkulan”, dsb. Namun, yang populer di banyak negara misalnya poker, canasta, blackjack, casino, solitaire, bridge dengan jumlah pemain yang bisa berbeda-beda.

Solitaire dan bridge barangkali lebih familiar ketimbang yang lain. Solitaire, yang sudah dimainkan orang sejak ratusan tahun lalu - dan banyak jenisnya - itu dimainkan sendirian, terutama untuk mengisi waktu luang. Jangan heran kalau menjelang jam kerja berakhir di kantor-kantor, mudah dijumpai karyawan memainkannya di layar komputer pribadi (PC), bukan dengan kartu betulan. Maklum, solitaire menjadi program game standar yang di-install di PC.

Sedangkan bridge yang harus dimainkan oleh empat orang - biasanya berpasangan - bahkan menjadi salah satu nomor andalan bagi tim Indonesia dalam dunia olahraga untuk meraih kemenangan dalam suatu turnamen bridge internasional.

Seperti kita kenal sekarang, satu pak kartu remi berisi 52 lembar. Dibagi menjadi empat suit atau jenis kartu (Spade, Heart, Diamond, Club), masing-masing terdiri atas 13 kartu (dari As, 2, 3 dst. sampai King). Plus kartu tambahan berupa dua kartu joker, hitam dan merah.

Kapan dan siapa penemu kartu remi tidak diketahui secara pasti. Diduga embrionya berasal dari daratan Cina atau Hindustan (India) sekitar tahun 800. Bagaimana ceritanya sampai bisa masuk ke Eropa pun agak samar-samar. Mungkin dibawa oleh para pedagang, tentara, atau suku-suku nomaden. Yang jelas, jenis permainan kartu ini - entah datang dari Timur, Mesir, atau Arab - muncul di Italia kira-kira akhir tahun 1200-an. Setelah itu menyebar ke Jerman, Prancis, dan Spanyol.


Sejarah

Sejumlah ahli sejarah menduga, kartu permainan itu hasil evolusi dari sejenis permainan catur yang dimainkan oleh para gembala di Asia Barat. Sambil menggembala, mereka bermain catur memakai kerikil. Ahli lain berpendapat, permainan kartu merupakan evolusi dari semacam upacara untuk berkomunikasi dengan para dewa. Empat batang tongkat atau anak panah yang sudah ditandai dengan empat simbol berbeda, dilemparkan ke atas altar. Tongkat mana yang jatuh, itulah yang diinterpretasikan sang pendeta sebagai titah dewa.

Kartu pertama di Eropa (Italia) disebut Kartu Tarot (tarrochi) atau tablet nasib karena bentuknya seperti tablet, dan digunakan antara lain untuk meramal nasib. Tarot tertua berasal dari tahun 1470 di Lombardy. Satu setnya 50 kartu, dibagi menjadi lima kelompok masing-masing 10 kartu. Pada permukaannya terukir tema-tema alegori atau mitologi tentang berbagai aspek kehidupan seperti ilmu, seni, planet, dsb.

Tarot terus berevolusi. Tarot Venetia jumlahnya 78 kartu, termasuk sebuah kartu - namanya il matto (si pandir) - yang diduga sebagai cikal-bakalnya joker modern.

Dulu kartu permainan terbatas dinikmati kaum borjuis atau bangsawan mengingat harganya mahal. Karena masih buatan tangan dan gambarnya hasil lukisan. Setelah sistem cetak dengan kayu ditemukan, kartu menjangkau masyarakat ramai. Produksi makin meningkat setelah ditemukan teknik cetak dengan plat tembaga. Ditemukannya proses reproduksi warna dengan teknik litografi di awal 1800-an makin mendorong munculnya kartu-kartu cantik dari Jerman, Italia, dan Prancis.

Sejarah tidak mencatat siapa sebenarnya sosok Jack, Queen, dan King pada kartu modern. Namun tokoh pada kartu-kartu sebelumnya terus berganti dari waktu ke waktu. Pada kartu tua dari Italia dan Spanyol, keempat kartu King-nya menggambarkan para raja dari kerajaan besar dunia Abad Pertengahan. Lalu ketika Raja Henry III dari Prancis naik tahta, kostum para bangsawan pada kartu berubah mengikuti mode di zaman itu.


sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_remi

Sejarah Kartu

Sebagai peorang pesulap tentunya kita sudah tidak asing dengan yang namanya kartu. Kartu yang sering dipakai baik dalam permainan sulap maupun permainan lainnya, seperti poker, remi dll memiliki nilai historis.

Kartu yang kita kenal dan sering kita pake untuk sulapan sekarang ini adalah jenis kartu dari INGGRIS. Karena itu, pada umumnya kita juga jadi terbiasa dengan nama kartu dalam bahasa Inggris, seperti “JACK (J)�, “QUEEN (Q)�, “KING (K)� dan �ACE (A)�. Jenis kartu dari Inggris ini dalam satu setnya berjumlah 52 lembar, ditambah dengan JOKER.


Selain jenis kartu INGGRIS masih banyak lagi jenis lainnya, seperti jenis kartu dari daratan Eropa, Persia, Cina, Mesir, dll. Jumlah kartu per setnya ada yang 24, 32, 72, dll. Penampilannya juga beda-beda, ada yang kurus panjang, ada yang bulat, ada yang lebar. Terus, ada kartu yang cuma ada gambar/symbolnya saja dan ada juga yang bertuliskan huruf, tapi bukan J,Q,K dan A.


Yang jelas, yang namanya kartu ya baru ada setelah manusia berhasil membuat kertas. Karena itu, diduga bahwa kartu-main pertama adalah dari daratan Cina, karena kertas itu pertama-tama ditemukannya di China. Dan yang jelas pula adalah bahwa pada awalnya kartu enggak dibuat untuk bermain, tapi untuk tujuan tertentu, misalnya untuk meramal, untuk meditasi dan/atau untuk tujuan seremonial. Oleh sebab itu, jumlah kartu dalam satu set-nya juga tidak sembarangan, melainkan dalam jumlah dengan angka yang bermakna. Misalnya:



o Jenis kartu dari Inggris itu jumlahnya 52. Kenapa kok 52? Karena setiap kartu mewakili satu minggu dalam satu tahun. Karena jumlah minggu dalam setahun adalah 52, ya maka jumlah kartu dalam satu set adalah 52;



o 52, ... 5+2 = 7 = jumlah hari dalam satu minggu;



o Terus, satu tahun di daratan Eropa terdiri dari 4 musim (musim dingin, gugur, semi dan musim panas), karena itu dalam satu set kartu ada 4 golongan, yaitu:

- Sekop , mewakili musim dingin, mewakili unsur angin/ udara dan melambangkan runcingnya lambang pedang di kartu Tarot;

- Hati , mewakili musim gugur, mewakili unsur air dan berasal dari lambang piala pada kartu Tarot;

- Wajik , mewakili musim semi, mewakili unsur tanah dan berasal dari lambang pentagram pada kartu Tarot;

- Keriting , mewakili musim panas, mewakili unsur api dan berasal dari gambar dedaunan yang terdapat pada lambang batang kayu (tongkat) di kartu Tarot;

o Dalam satu golongan terdapat 13 kartu (dari Aas s/d King). 13 adalah jumlah minggu dalam satu musim;



o 13, ... 1+3 = 4 = jumlah musim dalam satu tahun = 4 penjuru angin;



o Lalu mengapa kartu terdiri dari kartu merah dan kartu hitam?

Karena merah mewakili siang dan item mewakili malem;



o Lalu bagaimana dengan kartu angka? Itu karena dalam metrik Inggris kan angka cuma ada dari 1 (=Aas) s/d 9,sedangkan di atas itu yang ada adalah cuma pengulangan angka doang! Angka sepuluh diperbolehkan ikutan, sebab angka “0� enggak mereka pake, maka angka “10� adalah angka pertama dimana “0� jadi kepake dan punya arti ;



o Kok ada kartu King, Queen dan Jack segala? Iya,ada kartu King, Queen dan Jack itu karena pada system hirarki di Inggris pada zaman itu kuasa yang tertinggi adalah pada Raja (=King), yang didampingin oleh sang Ratu (=Queen) dan sang Putera Mahkota atau kesatria (=Jack).

Catatan: Kalau di kartu Tarot, enggak ada tuh angka “10�, yaitu karena mereka enggak menganut faham bahwa “0� itu punya arti. Sebagai gantinya mereka punya kartu gambar yang nilainya dibawah si JACK (=kesatria), yaitu gambar kenek-nya si Jack. Pada zaman dulu, si kesatria mah enggak pernah mau ngebopong pedang, tombak, tameng, dll. Berat atuh! Yang ngebopong rombengan ini dan ngurusin kudanya sang kesatria adalah si kacung/kenek;

o Yang lebih edan lagi, kalau angka kartu dalam satu golongan dijumlahkan semua (Aas = 1, Jack=11, Queen=12 dan King=13), maka jumlah totalnya adalah 364! Equivalen dengan jumlah hari dalam satu tahun, ditambah 1 Joker, menjadi 365 hari.

o Kalau jumlah huruf dari nama-nama kartu yang ada satu deck kamu itung, baik dalam bahasa Inggris, Jerman ataupun Perancis, maka jumlahnya adalah 52!!! Equivalen dengan jumlah minggu dalam satu tahun!

Kalau enggak percaya itung sendiri (catatan: ch=1),

- Bahasa Inggris: Ace, two, three, four, five, six,

seven, eight, nine, ten, Jack, Queen,

King;

- Bahasa Belanda: Aas, twee, drie, vier, vijf, zes,

seven, acht, negen, tien, Boer, Vrouw,

Heer;

- Bahasa Jerman: As, zwei, drei, fünf, sechs, sieben,

acht, neun, zehn. Bube, Dame, König;

- Bahasa Perancis: As, deux, trois, quatre, cing, six,

sept, huit, neuf, dix Valet, Reine, Roi



sumber: http://anorcampli.blogspot.com/2009/07/sejarah-kartu.html